Sabtu, 21 Mei 2016

MENILIK MASJID AGUNG JAWA TENGAH

Jum'at, 6 Mei 2016 - Kesempatan kami mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah di kota Semarang. Hari itu bersamaan dengan hari libur Nasional memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Jam 11 siang kondisi jalanan menuju Masjid begitu ramai, kendaraan mobil dari berbagai kota saling berurutan untuk bisa masuk ke area Masjid untuk bersiap-siap melakukan kewajiban sholat jum'at bagi umat muslim pada jam 12 siang.
Kami merasa beruntung bisa merasakan sholat jum'at di Masjid kebanggaan masyarakat Jawa Tengah, karena saat itu merupakan hari yang baik, hari jum'at dan sekaligus hari peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad. Sehingga kami berharap dapat menyaksikan proses terbukanya payung raksasa yang menjadi ciri khas Masjid Agung itu.

Jual Es Kuwud
Entah apa Es Kuwud itu, kami baru lihat es semacam itu. Penjualnya adalah seorang anak perempuan kecil. Lokasinya berada di pinggiran jalan masuk ke Masjid Agung. 

Gasebu yang berisi bedug
Setelah masuk dan membayar Rp 3.000 per mobil, kami dipersilahkan masuk, kemudian mencari area parkir yang tepat, yaitu yang terlindung dari panasnya sinar matahari. Kalau boleh jujur, di kawasan Masjid Agung Jateng udaranya lumayan panas, karena kurangnya pepohonan rindang di kawasan tersebut. 

Kemegahan Masjid Agung yang tampak dari jalan menuju parkiran
Masjid Agung Jawa Tengah paling terkenal dengan payung raksasanya, yang mirip dengan masjid Nabawi dan juga arsitekturnya yang begitu megah.

Souvenir Shop
Didekat pintu keluar, pengunjung juga bisa berbelanja bermacam-macam souvenir untuk dijadikan oleh-oleh dari Masjid Agung Jateng.

Payung raksasa yang masih tertutup
Kami istirahat di lorong gedung sebelah kiri Masjid. Sambil menunggu adzan jum'at berkumandang.

Menara Masjid tampak dari bawah
Setiap pengunjung diperkenankan masuk dan naik menara Masjid hingga atas dengan membayar beberapa rupiah saja. Di atas menara kita dapat melihat seluruh kota Semarang. Namun pada saat itu, kondisi di loket menara Masjid begitu ramai dan harus antri, karena lift untuk naik ke atas hanya muat untuk 10 orang, jadi akan lama jika harus menunggu. Maka saran kami untuk kalian yang ingin bisa naik ke menara Masjid yaitu pada hari-hari biasa saja.

Kondisi masjid setelah sholat jum'at berakhir
Setelah sholat jum'at berakhir, hampir semua orang mulai mengeluarkan handphonenya untuk mendokumentasikan keunikan yang ada di dalam masjid. Kami pun menjadi ikut penasaran.

Al Qur'an raksasa
Selain memiliki payung raksasa, rupanya masjid Agung Jawa Tengah juga menyimpan koleksi berupa Al Qur'an raksasa. Al Qur'an tersebut berada di dalam pelindung kaca untuk menghindari dari kerusakan.


Proses pembukaan payung
Sebagai orang yang gumunan, kami merasa senang akhirnya dapat juga melihat proses terbukannya payung raksasa yang menjadi kebanggan Masjid Agung Jawa Tengah. Payung dibuka pada jam 12 kurang 15 menit saat itu.

Suasana di luar masjid setelah sholat jum'at

Suasana di luar masjid setelah sholat jum'at
Dari 6 payung yang berdiri tegak, hanya 4 payung yang terbuka. Kondisi lantai di luar Masjid pada saat itu begitu panas, sehingga disediakan karpet hijau agar para pengunjung tidak kepanasan kakinya ketika berjalan menuju payung raksasa tersebut.

Antri untuk keluar
Para jama'ah berjalan perlahan menuruni tangga masjid yang begitu ramai. Sedangkan kami memilih untuk menunggu di sisi tangga untuk memotret suasana tersebut.

Suasana di luar masjid setelah sholat jum'at

Suasana di luar masjid setelah sholat jum'at

Suasana di luar masjid setelah sholat jum'at

Sebagian payung tidak terbuka

Suasana di luar masjid setelah sholat jum'at

Kondisi tangga untuk menuju ke bawah

Setelah kondisi mulai sedikit sepi, kami pun turun untuk mencari minum kemudian pulang. Itu lah sekilas informasi yang dapat kami sampaikan tentang masjid Agung Jawa Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar